Oleh: tuldut | November 17, 2009

Kancil dan Siput

Saya mencoba merekam cerita ini, yang saya dapat dari nenek saya sewaktu saya masih kecil (sampai dengan sekolah SD). Saya akan mencoba menceritakan ulang dari bentuk lesan nenek saya ke dalam bentuk tulisan.

Cerita ini saya harapkan mampu memberikan tambahan wawasan dalam hal :

1. Khasanah Cerita Anak,
2. Membangun budi pekerti dari kecil dengan contoh-contoh sederhana,
Kisah ini dimulai pada suatu malam, ketika saya harus menemani nenek saya, tidur karena kakek saya sudah meninggal sebelum saya lahir. Selesai saya mempersiapkan keperluan sekolah esok pagi dan mengerjakan PR hari sebelumnya, saya menuju ke rumah nenek yang jaraknya hanya 20 meter dari rumah orang tuaku.
Seperti kebiasaannya, sebelum menemani nenek tidur dan nenek bercerita kepadaku sebagai pengantar tidurku, nenek memasang satu teplok (penerangan zaman dulu karena belum ada LMD=Listrik masuk Desa) serta menyalakan obat nyamuk cap Kelinci (bukan bermaksud promosi produk).
Setelah berdua meluruskan kaki di tempat tidur, dimulailah kisah KANCIL dan SIPUT malam itu :
Ditengah hutan, hiduplah semua jenis hewan termasuk Kancil yang terkenal licin dan pintar itu. Karena ketenarannya itu Kancil semakin hari semakin congkak dan sombong, karena hampir semua bangsa binatang yang ada di hutan tersebut telah tahu kepintaran Kancil tersebut.
Pada awalnya semua bangsa binatang sangat menghormati dan menyanjung kepintaran si Kancil, karena selama ini kepintarannya selalu digunakan untuk membantu yang lemah dan terjepit. Sebagai contoh, bagaimana Kancil telah menolong seekor Kerbau dari maut sang Buaya.
Namun dalam perjalanan waktu, karena banyak bangsa binatang yang menyanjungnya maka si Kancil menjadi sombong, congkak, merasa paling hebat dan suka merendahkan orang lain. Sikap tersebut menjadi bahan pembicaraan semua bangsa binatang, dan mereka memusyawarahkan bagaimana cara untuk kembali menyadarkan si Kancil agar sikapnya kembali baik seperti semula.
Musyawarah pada hari itu membutuhkan waktu yang sangat lama, karena dari sekian banyak bangsa binatang belum ada yang dapat menemukan cara untuk menyadarkan si Kancil. Hal ini tentu membuat sang Raja Hutan juga semakin pusing tujuh keliling.
Pada saat yang mendekati waktu kritis tersebut, tiba-tiba datanglan seekor siput. “Jika diperkenankan, saya akan mencoba dengan cara saya untuk menyadarkan si Kancil, sang Raja Hutan.” kata Siput. Raja Hutan ternganga untuk sementara, karena apa mungkin Siput mampu? “Bukannya aku meremehkan kamu Siput, tapi semua yang ada di sini tahu semua, bahwa kamu jalannya sangat pelan sekali. Apa mungkin dapat mengalahkan Kancil yang larinya sangat kencang dan lincah itu?” tanya sang Raja Hutan. Jawab Siput ” Itu jika sang Raja Hutan memperkenankan.” Setelah mengadakan perembugan dengan bangsa binatang yang lain, maka diputuskan untuk memberi kesempatan pada Siput.
Keesokan harinya ketika Kancil sedang menari-nari di tepi sungai, Siput bertanya”Sedang gembira ya Kancil?” Jawab Kancil ” Ya, kamu sedang apa?” “Saya sengaja menghadang kamu pagi ini karena ingin mengajak kamu bertaruh lari cepat sepanjang sungai ini.” ” Ha…ha…ha…..”Kancil tertawa lebar. “Mimpi apakah aku semalam sehingga kamu mengajakku bertanding lari. Dengan jalan kaki saja kamu pasti kalah.” ejek si Kancil. ” Yah…kita mesti coba dulu Cil, tapi dengan syarat kamu larinya di darat, sedang aku larinya di sungai…sehingga sepanjang sungai ini yang menjadi patokan kita taruhan berlari. Itupun jika kamu mau.” ajak Siput kepada Kancil.
Kancil sedikit termenung dengan perkataan Siput yang tenang dan yakin tidak kalah kencang dengan dia. Jika menolak takut disebut penakut, maka Kancil menerima ajakan dan dengan segala persyaratan yang diajukan oleh Siput.
Mendengar akan ada perlombaan lari antara Kancil dan Siput, maka gemparlah seisi hutan. Ada yang senang karena ada hiburan, ada yang penasaran apakah Siput mampu mengalahkan Kancil, dan ada pula yang bahkan menjadikan perlombaan tersebut sebagai ajang perjudian.
Pada waktu yang telah disepakati, berkumpullah Siput dan Kancil di ujung sungai, menghadap ujung sungai yang lainnya. Dimana Kancil di tepian sungai dan Siput di dalam air di sungai.
” Satu…..dua….tiga…..laaaarrriiiii…….” aba-aba dari sang Gajah sebagai wasitnya. Maka berlarilah Kancil sekuat tenaga, sekencang-kencanganya dengan harapan bahwa Siput tidak mungkin mengalahkannya. Setelah berlari jauh dan sedikit lelah, maka Kancil mengubah dari lari menjadi jalan dan bertanya dengan lantang ” Kamu dimana Siput?” Jawaban yang didengar oleh Kancil “Aku didepanmu.” kata Siput. Kaget bukan kepalang ternyata Siput berada beberapa meter didepan Kancil, maka Kancil berlari kembali sekencang angin untuk mengejar dan mengalahkan Siput. Setelah beberapa jauhnya Kancil bertanya kembali kepada Siput ” Sampai mana kamu?” lagi-lagi jawab Siput ” Aku didepanmu.” Berlarilah kembali si Kancil sekuat tenaga, dan akhirnya kurang dari beberapa meter dari garis finish. “Kali ini tidak mungkin Siput mendahuluiku.” gumam si Kancil, maka bertanyalah ia, ” Kamu sampai mana?” Siput kembali menjawab ” Aku sudah sampai garis finish.” Maka pingsanlah si Kancil karena capek dan malu.
Seisi hutang bersorak gembira karena kemenangan Siput serta Kancil yang mau menerima kekalahan tersebut serta meminta maaf atas kekhilafan dan kelakuannya akhir-akhir ini. Hutan bergemuruh karena sang Raja Hutan mengadakan pesta untuk kemenangan semua bangsa binatang yang ada di hutan tersebut.
Kira-kira demikian ceritanya, lalu apa yang kita dapat ambil hikmahnya untuk kehidupan kita sehari-hari?
  1. Jadi orang jangan sombong, walupun pintar kuat ataupun kaya. Ada pepatah jawa mengatakan : Yen sira banter aja nglancangi (Jika kamu kencang jangan nyalip). Yen sira landhep aja natoni (Jika kamu tajam jangan melukai). Yen sira mandi aja mateni (Jika kamu kuasa jangan membunuh)
  2. Jangan meremehkan orang lain. Jangan menilai hanya dari fisiknya.
  3. Gunakanlah otak jangan otot. Pada cerita tadi sebetulnya kemenangan Siput karena kecerdikannya, dengan membariskan temen-temennya sepanjang sungai. Dan kuncinya kedua adalah setiap Kancil bertanya maka siput yang posisinya di depan Kancil yang berhak menjawab.
  4. Jangan memanfaatkan kesempatan untuk hal-hal yang negatif.
  5. Belajar legawa dengan menerima kemenangan, kelebihan orang lain.
  6. Belajar meminta maaf dan memaafkan.
Demikian, semoga anak-anak bisa bobok lelap dan mimpi indah. Salam.

 


Responses

  1. kak tuldut,

    ditambah dong koleksi dongengnya?saya yakin nggak banyak anak sekarang yang belum ngerti dongeng klasik asli indonesia seperti lebai malang, banyuwangi, joko tengger, dan serial si kancil yang legendaris selain si kancil dan siput itu🙂

    saya tunggu ya ^__^…suwuun

    • Di tunggu ya mbak………………..:))

      Salam dongeng….

  2. Makasih Dongengnya…

    Salam Kenal

  3. Terima kasih Tupperware Indonesia Promo, mau mengunjungi blog ini, barangkali ada saran buat admin, admin akan senang sekali…..salam dongeng…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: