Oleh: tuldut | Oktober 2, 2010

ANJING DAN KUCING

Pada jaman dahulu, di negeri antah berantah, hiduplah seekor anjing dan seekor kucing dalam satu hutan. Mereka berdua hidup saling berdampingan, rukun, dan saling mendukung. Baik selama di dalam hutan maupun diluar hutan.

Mereka berburu bersama, tidur bersama dalam panas dan hujan, makan bersama, keluar hutan bersama. Intinya persahabatan mereka menjadi perbincangan di seluruh hutan raya dan menjadi teladan bagi hewan-hewan yang lain.

Kehidupan yang seperti itu, membuat penasaran seorang saudagar kaya dari negeri tersebut. Karena ketertarikannya, maka sang saudagar meminta pada seorang pemburu untuk menangkap anjing dan kucing tersebut hidup-hidup untuk dipelihara oleh sang saudagar. Tentu dengan imbalan yang sangat besar, jika anjing dan kucing tersebut bisa ditangkap hidup-hidup.

Singkat kata sang pemburu mampu untuk menangkap anjing dan kucing tersebut dan diserahkan kepada sang saudagar kaya. Sesampainya di rumah saudagar, anjing ditempatkan dalam kerangkeng besi yang kuat dan jika malam tiba, sang anjing tidur dalam kedinginan sampai – sampai ia harus melolong panjang untuk mengusir dinginnya malam. Sedangkan kucing, tidur dikasur empuk bersama dengan sang saudagar sehingga dapat tidur pulas semalaman.

Jika waktunya makan, anjing hanya mendapatkan sisa sang saudagar berupa tulang tanpa selembar dagingpun. Itupun dalam memberikan, sang saudagar melempar tulang tersebut begitu saja di lantai. Sedangkan untuk kucing sang saudagar memberi sedikit daging, serta diletakkan dalam sebuah mangkok di atas meja.

Melihat hal itu anjing semakin sakit hati. Merasa dikhianati oleh teman sejati. Menjadi hewan yang tidak memiliki teman, hina dan tak berguna.

Pada suatu malam, dikala sang saudagar tidur dengan lelap bersama kucing, rumah saudagar kaya tersebut dimasuki oleh pencuri. Anjing telang menggonggong dengan kencangnya, namun sang saudagar tidak pula mendengar gonggongan anjing tersebut.

Apa yang terjadi pada pagi hari?

Sang saudagar marah dengan keras kepada anjing, karena anjing dianggap tidak berguna, tidak mau membantu saudagar menjaga harta miliknya dsb-nya. Akhirnya anjing diusir oleh sang saudagar dari rumahnya.

Melihat hal ini hati anjing sangatlah sakit, sehingga pada waktu anjing memiliki anak, sang anak selalu diberitahu bahwa musuh utama anjing adalah kucing. Maka sejak itu anjing dan kucing saling bermusuhan.

Kira-kira apa yang bisa kita petik dari cerita tersebut? Adik-adik, janganlah membiarkan iri hati dan kedengkian membakar jiwa kita, sehingga permusuhan yang selalu ada di benak kita. Selalu ucapkan syukur dalam segala hal, maka persahabatn adik-adik akan langgeng.

Salam dongeng…………………^_^


Responses

  1. Tentu saja nilai kehidupan ini bisa ditambahkan, pak, bahwa tidak baiklah menjadi sosok yang pilih kasih. Saudagar kaya itu telah bersikap pilih kasih. Yang, ternyata dapat menimbulkan persoalan perseteruan antara kucing dan anjing akhirnya.

    Salam kekerabatan.
    Kunjungi blog Sungkowoastro.blogspot.com


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: